الاثنين، 11 يوليو، 2011

Akhlak

Khutbah Jumat, 18 Jumadil Ula 1432 H / 22 April 2011 M
Akhlak

Khutbah Pertama

الحمدُ للهِ الذِي جعلَ الأخلاقَ مِنَ الدِّينِ، وأَعْلَى بِهَا شأْنَ المؤمنينَ، وأَشهدُ أنْ لاَ إلهَ إِلاَّ اللهُ وحدَهُ لا شَريكَ لهُ، الْمَلِكُ الحقُّ المبينُ،  وأَشهدُ أنَّ سيِّدَنَا محمداً عَبدُ اللهِ ورسولُهُ الصادقُ الوعدِ الأمينُ، اللَّهُمَّ صَلِّ وسلِّمْ وبارِكْ علَى سيدِنَا محمدٍ وعلَى آلِ بيتِهِ الطيبينَ الطاهرينَ، وعلَى أصحابِهِ الغُرِّ الميامينِ، وعلَى مَنْ تَبِعَهُمْ بإحسانٍ إلَى يومِ الدِّينِ.
عبادَ اللهِ: أُوصيكُمْ ونفسِي بتقوَى اللهِ جلَّ وعلاَ، قالَ سبحانَهُ وتعالَى:] يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ[([1])
Kaum mukminin : Allah telah menjadikan sesuatu yang paling berat pada timbangan seorang mukmin pada hari kiamat adalah akhlak yang baik, dan dijadikan manusia yang paling dekat kedudukannya dengan rasulullah Saw di surga adalah orang yang terbaik akhlaknya, Rasulullah Saw bersabda : “Sesungguhnya orang yang paling dicintai dan paling dekat denganku kedudukannya pada hari kiamat adalah yang paling terbaik akhlaknya diantara kalian” (At Tirmidzi 2018)
Sesungguhnya masyarakat yang ideal dan berbudaya adalah masyarakat dimana para anggotanya menerapkan akhlak mulya dalam segala tindakannya, karena dengan akhlak keamanan dan ketentraman dapat terwujud, keluarga dan manusia menjadi bahagia, dikatakan : akhlak mulya akan mendatangkan kebaikan dunia dan akhirat.
Betapa pentingnya akhlak ini, lalu bagaimana cara mendapatkannya ? wahai hamba Allah akhlak terbagi menjadi dua, salah satunya adalah fitrah asal penciptaan manusia dan lainnya didapatkan melalui usaha manusia untuk berakhlak baik dengan jalan bersabar untuk berakhlak mulya hingga ia pada akhirnya menjadi kebiasaan dan dengan berteman dengan orang-orang baik dan dengan membaca kisah dan biografi orang-orang terdahulu.

Kaum muslimin : Sesungguhnya akhlak adalah perbuatan dan ibadah yang dianjurkan oleh agama, seorang muslim dituntut untuk selalu berakhlak mulya, komintmen ini dimulai sebelum pembentukan rumah tangga, dimana diwajibkan bagi calon suami untuk memilih isteri dengan baik bersandarkan pada sabda Nabi Saw : “Perempuan dinikahi karena empat faktor : karena harta, kecantikan, kedudukan dan karena agamanya, maka hendaklah engkau memilih yang taat beragama pasti engkau bahagia” (Bukhari 5090)









Ilmu modern menegaskan bahwa janin terpengaruh oleh akhlak ibunya saat ia berada dalam kandungannya, dan perhatian terhadap anak terus berlangsung dari semenjak lahirnya dimana Rasulullah Saw mensunnahkan untuk mengadzankan ditelinganya, hal ini merupakan praktek untuk mengusir syetan, bila anak tersebut mencapai umur tamyiz maka Islam menganjurkannya untuk menerapkan akhlak mulya, dari Umar bin Abi Salamah RA berkata : “Saat aku belia, aku pernah berada di kamar Rasulullah Saw dan kedua tanganku seringkali mengacak-acak piring-piring. Rasulullah Saw bersabda kepadaku, ’Nak, bacalah Bismillah, makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah dari makanan yang terdekat denganmu.” (Muslim 2022)
Dan diperintahkan untuk mengajarkannya prinsip-prinsip agama, Rasulullah Saw bersabda : "Perintahlah anak-anak kalian melaksanakan shalat saat mereka berumur tujuh tahun" (Abu Daud 495)

Disini tampak peran kedua orang tua dalam mengarahkan anak-anak mereka menuju akhlak mulya, rumah merupakan sumber penting dalam perolehan akhlak melalui tauladan, pengarahan dan pengawasan, karenanya kepada pasangan suami isteri hendaknya menjalankan tugas moralnya kepada pihak lainnya, karena ini dapat membantu ketentraman dan kerekatan keluarga, dan peran selanjutnya dalam perolehan akhlak adalah : sekolah dan institusi pendidikan, guru menjadi tauladan bagi para murid-muridnya, mereka akan mendengar nasehat dan arahannya dan mengikuti perbutannya, mereka akan terpengaruh oleh akhlaknya, Harus Ar Rasyid berkata kepada pendidik anaknya : bacakan kepadanya Al Quran, perkenalkan dengan beberapa berita dan bacakan syair-syair, ajarilah sunnah dan pertajamlah dengan ilmu kalam, dan cegahlah tertawa kecuali pada waktunya yang tepat, dan janganlah anda melewatkan satu jampun kecuali anda mengambil faedah darinya.

Hamba Allah ; peran media dalam moral guidance sangat penting melalui siaran yang dipancarkan yang membawa pesan yang dapat membawa manusia berakhlak mulya, dan tugas kedua orang tua dalam membimbing anak-anak mereka agar mereka menonton atau menyimak siaran yang dapat memperbaiki akhlak dan jiwa mereka.
Sesungguhnya tanggung jawab moral tidak berhenti dengan apa yang telah disebutkan diatas tetapi mencakup semua etika yang ada dimasyarakat, kepatuhan anda kepada peraturan dan undang-undang yang diundangkan untuk melindungi kemaslahatan, nyawa dan hak-hak manusia merupakan akhlak yang mulya dan memperhatikan kondisi dan perasaan manusia merupakan budaya yang tinggi.

Semoga Allah menganugerahkan kami akhlak baik yang menjadi penyebab cinta-Nya dan cinta hamba-hamba-Nya kepada kami, dan semoga Allah memberikan kami taufiq untuk mentaati-Nya dan mentaati orang yang diperintahkan untuk ditaatinya, sebagai pengamalan firman-Nya : “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 59).
نفعَنِي اللهُ وإياكُمْ بالقرآنِ العظيمِ وبِسنةِ نبيهِ الكريمِ صلى الله عليه وسلم
أقولُ قولِي هذَا وأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي ولكُمْ.



Khutbah Kedua

الحَمْدُ للهِ ربِّ العالمينَ، وأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَه، وأَشْهَدُ أنَّ سيِّدَنا محمَّداً عبدُهُ ورسولُهُ، اللهمَّ صلِّ وسلِّمْ وبارِكْ علَى سيدِنَا محمدٍ وعلَى آلِهِ الطيبينَ الطاهرينَ وعلَى أصحابِهِ أجمعينَ، والتَّابعينَ لَهُمْ بإحسانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
Kaum mukminin : kepada setiap pemilik profesi hendaknya menjaga moral dan etos kerja dan keprofesiaannya, menjalankan tugas kewajiban kerjanya, seorang pegawai, guru, dokter, insinyur, pedagang dan pemilik profesi lainnya mereka dituntut untuk selalu berakhlak mulya dan menjaga moral kerjanya.
Dan sangat penting bagi para pemuda untuk berakhlak mulya, dan hendaknya mereka menjaga sifat kelaki-lakiannya dan hendaknya mereka menjauh diri dari menyamakan dengan wanita, karena hal ini bertentangan dengan akhlak Islam dan kesempurnaan sifat kelelakian, dan bagi para pemudi hendaknya mereka juga tidak meniru-niru laki-laki, dan sebaik-baiknya akhlak bagi mereka adalah sifat malu dan kesucian.
عبادَ اللهِ: إنَّ اللهَ أمرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فيهِ بنفْسِهِ وَثَنَّى فيهِ بملائكَتِهِ فقَالَ
تَعَالَى:
]إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا[([2]) وقالَ رسولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم:« مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْراً»([3]) اللَّهُمَّ صلِّ وسلِّمْ وبارِكْ علَى سيدِنَا ونبينا مُحَمَّدٍ وعلَى آلِهِ وصحبِهِ أجمعينَ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وعَنْ سائرِ الصحابِةِ الأكرمينَ، وعَنِ التابعينَ ومَنْ تبعَهُمْ بإحسانٍ إلَى يومِ الدينِ.
اللَّهُمَّ اهْدِنَا لأَحْسَنِ الأَخْلاَقِ فإنَّهُ لاَ يَهْدِي لأَحْسَنِهَا إِلاَّ أَنْتَ، اللَّهُمَّ اغفِرْ للمسلمينَ والمسلماتِ الأحياءِ منهُمْ والأمواتِ، اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيْخ زَايِد، والشَّيْخ مَكْتُوم، وإخوانَهُمَا شيوخَ الإماراتِ الذينَ انتقلُوا إلَى رحمتِكَ، اللَّهُمَّ اشْمَلْ بعفوِكَ وغفرانِكَ ورحمتِكَ آباءَنَا وأمهاتِنَا وجميعَ أرحامِنَا ومَنْ كانَ لهُ فضلٌ علينَا.
اللَّهُمَّ وَفِّقْ وَلِيَّ أَمْرِنَا رَئِيسَ الدولةِ، الشَّيْخ خليفة بن زايد([4]) وَنَائِبَهُ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، وَأَيِّدْ إِخْوَانَهُ حُكَّامَ الإِمَارَاتِ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الأَمِينَ.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ، مَا عَلِمْنَا مِنْهُ وَمَا لَمْ نَعْلَمْ، وَنَعُوذُ بِكَ مِنَ الشَّرِّ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ، مَا عَلِمْنَا مِنْهُ وَمَا لَمْ نَعْلَمْ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مِمَّا سَأَلَكَ مِنْهُ عِبَادُكَ الصَّالِحُونَ، ونَسْتَعِيذُ بِكَ مِمَّا اسْتَعَاذَ مِنْهُ عِبَادُكَ الصَّالِحُونَ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
اللَّهُمَّ أَدِمْ عَلَى دولةِ الإماراتِ الأَمْنَ والأَمَانَ وَعلَى سَائِرِ بِلاَدِ الْمُسْلِمِينَ.
اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشكرُوهُ علَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ ]وَأَقِمِ الصَّلاةَ إِنَّ الصَّلاةَ تَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ[([5]).



([1]) التوبة :119.
([2]) الأحزاب : 56 .
([3]) مسلم : 384.
([4]) تلفظ بالتسكين.
([5]) العنكبوت :45.

‏ليست هناك تعليقات:

إرسال تعليق