الاثنين، 11 يوليو، 2011

Bekerja

Khutbah Jumat, 25 Jumadil Ula 1432 H / 29 April 2011 M
Bekerja

Khutbah Pertama

الحمدُ للهِ الذِي أعطَى ومنَعَ، أحمدُهُ حمْدَ مَنْ سجَدَ لكَ وخضَعَ، وأَشهدُ أنْ لاَ إلهَ إِلاَّ اللهُ وحدَهُ لا شَريكَ لهُ، لهُ الملكُ ولهُ الحمدُ وهوَ علَى كُلِّ شيءٍ قديرٌ، رفعَ السمواتِ بغيرِ عمَدٍ ترونَهَا، وعلِمَ مَا فِي النفوسِ ومكنونَهَا، ووضعَ فِي الأرضِ أرزاقَهَا ومخزونَهَا، وأَشهدُ أنَّ سيِّدَنا محمداً عَبدُ اللهِ ورسولُهُ وصفِيُّهُ وخليلُهُ ، أصدَقُ الخلْقِ قولاً وأتقنُهُمْ عمَلاً، كَمُلَتْ صفاتُهُ الْخُلُقِيَّةُ، وتَمَّتْ صورتُهُ الْخَلْقِيَّةُ، فاللَّهُمَّ صَلِّ وسلِّمْ وبارِكْ علَى سيدِنَا محمدٍ وعلَى آلِهِ وصحبِهِ أجمعينَ، ومَنْ تَبِعَهُمْ بإحسانٍ إلَى يومِ الدِّينِ.
عبادَ اللهِ: أُوصيكُمْ ونفسِي بتقوَى اللهِ جلَّ وعلاَ، فهِيَ وصيةُ اللهِ للأولينَ والآخرينَ، قالَ تعالَى:] وَلَقَدْ وَصَّيْنَا الَّذِينَ أُوتُوا الكِتَابَ مِن قَبْلِكُمْ وَإِيَّاكُمْ أَنِ اتَّقُوا اللَّهَ[([1])
Kaum muslimin ; Allah telah melengkapi penciptaan kita dengan panca indera dan anggota tubuh yang memungkinkan kita untuk melaksanakan berbagai pekerjaan yang bermanfaat, dan orang yang berakal akan menggunakannya dalam ketaatan kepada Allah, memakmurkan bumi, berkhidmat untuk dirinya, negaranya dan masyarakatnya, Allah Swt berfirman : " Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran. Al Ashr 1-3)

Hamba Allah : dan diantara pekerjaan yang dilakukan manusia dan dapat mendatangkan pahala adalah mencari rezeki, ia merupakan ibadah yang dapat mengangkat nilai pekerja disisi Allah dan disisi manusia, dan ia menjadi penyebab pemenuhan kebutuhan manusia dan kebutuhan orang-orang yang berada dibawah tanggung jawabnya, para nabi semua memilik beragam keterampilan dan pekerjaan, Nuh AS adalah seorang tukang kayu, firman Allah : Dan buatlah bahtera itu dengan pengawasan dan petunjuk wahyu Kami, (Hud 37), Daud AS adalah seorang tukang pandai besi, firman Allah : “dan Kami telah melunakkan besi untuknya, (yaitu) buatlah baju besi yang besar-besar“(Saba' 10-11), Yusuf AS adalah seorang pimpinan pembekalan, firman Allah : Berkata Yusuf: "Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan." (Yusuf 55) dan Musa AS adalah seorang buruh pada seorang shaleh, firman Allah : Berkatalah dia (Syuaib): "Sesungguhnya aku bermaksud menikahkan kamu dengan salah seorang dari kedua anakku ini, atas dasar bahwa kamu bekerja denganku delapan tahun dan jika kamu cukupkan sepuluh tahun maka itu adalah (suatu kebaikan) dari kamu". (Al Qashash 27). Dan nabi kita Muhammad Saw adalah seorang pebisnis dan pengembala, Rasulullah Saw bersabda : "Tidaklah Allah mengutus seorang nabi kecuali mengembala kambing" (Bukhari 2262)

Kaum mukminin : sejarah kita dipenuhi oleh para ulama yang menekuni beragam pekerjaan dan keahlian yang hasilnya masih dinikmati oleh manusia sampai sekarang, diantara mereka ada yang berkhidmah untuk kitabullah dan sunnahnya seperti Abu Hanifah, Malik, Syafii, Ahmad bin Hanbal, Bukhari dan Muslim, ada juga diantara mereka yang menyibukkan dengan kedokteran, engineering dan matematika seperti Ibnu Sina, Ar Razi, Al Farabi, Ibnu Hayyan dan banyak lain yang semisalnya, dan sesungguhnya orang yang menghayati karya-karya mereka akan mendapati bahwa mereka telah meninggalkan buku-buku ilmiah, sastra dan bangunan-bangunan yang menunjukkan atas kesungguhan, ketekunan dan usaha mereka dan menjadi saksi bagi generasi seterusnya bahwa mereka benar-benar peletak dasar bangunan peradaban yang berdiri hingga sekarang.

Kaum muslimin ; Allah telah meletakkan kaedah untuk mendapatkan rezeki dan keberuntungan adalah dengan bekerja dan berusaha dimuka bumi, dan setiap makhluk bekerja dan berusaha dengan penuh tawakkal kepada Allah serta meyakini bahwa Dialah yang membagikan rezeki, harta, dan yang mempermudah pekerjaan dan perbuatan, Rasulullah Saw bersabda : "Andaikata kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakkal, maka kalian akan diberikan rezeki sebagaimana burung diberikan rezeki berangkat pagi dalam keadaan lapar dan kembali dalam keadaan kenyang" (At Tirmidzi 2344)
Perhatikan bagaimana tawakkal berdampingan dengan kerja dan usaha, oleh karena itu Islam melarang bermalas-malasan, dari Anas bin Malik RA berkata : "Nabi Saw berdoa : Ya Allah sesungguhnya Aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan" (Bukhari 2823)
Seorang pekerja, pegawai dan semua pemilik keterampilan hendaknya menerapkan ikhlas dan ketekunan  dalam setiap pekerjaannya, dan hendaknya ia meningkatkan pekerjaannya menuju pada level kemurahan hati, hingga ia dapat melaksanakan semua tugasnya dengan sempurna, Allah berfirman : “Sesungguhnya mereka yang beriman dan beramal saleh, tentulah Kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengerjakan amalan (nya) dengan baik” (Al Kahf 30)

Hamba Allah ; dan diantara sebab terpenting kesuksesan dalam setiap pekerjaan adalah pengalaman, pengetahuan dan ilmu, dengan ilmu pekerjaan dapat terlaksana dengan baik, hasil dan buahnya akan didapati sesuai harapan, dikatakan : beruntunglah orang yang bekerja dengan ilmu (Al Jami' karangan Ibnu Wahab 1/394)
Dan bekerja bukan sekedar untuk mendapatkan laba saja, akan tetapi ia mempunyai tujuan-tujuan mulya, yaitu mewujudkan ketentraman jiwa, sosial dan ekonomi, dan untuk mewujudkan saling tolong menolong melalui beragam keahlian dan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, Rasulullah Saw bersabda : “Bekerjalah kalian karena setiap orang dimudahkan sesuai penciptaannya”(Bukhari 4945)
Seorang penyair berkata :
Manusia untuk manusia dari kaum baduy dan kaum berbudaya,
sebagian bagi lainnya walaupun mereka tidak merasa adalah pembantu

Semoga Allah memberikan kami taufiq untuk mentaati-Nya dan mentaati orang yang diperintahkan untuk ditaatinya, sebagai pengamalan firman-Nya : “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 59).
نفعَنِي اللهُ وإياكُمْ بالقرآنِ العظيمِ وبِسنةِ نبيهِ الكريمِ صلى الله عليه وسلم
أقولُ قولِي هذَا وأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي ولكُمْ،
فاستغفِرُوهُ إنَّهُ هوَ الغفورُ الرحيمُ.

Khutbah Kedua
الحَمْدُ للهِ ربِّ العالمينَ، وأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَه، وأَشْهَدُ أنَّ سيِّدَنا محمَّداً عبدُهُ ورسولُهُ، اللهمَّ صلِّ وسلِّمْ وبارِكْ علَى سيدِنَا محمدٍ وعلَى آلِهِ الطيبينَ الطاهرينَ وعلَى أصحابِهِ أجمعينَ، والتَّابعينَ لَهُمْ بإحسانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
Kaum mukminin : seorang pekerja dalam Islam mempunyai hak-hak diantaranya adalah memberikan upahnya dengan sempurna tanpa pengurangan, dan hendaknya kita tidak meremehkan nilai pekerjaan yang dilakukannya, dan hendaknya kita memberitahukan upah yang akan diberikan sebelum pekerjaannya dilakukan hingga tidak ada satu pihakpun yang tertipu, dan hendaknya kita memperlakukannya dengan perlakuan yang mampu menjaga kehormatan dan kedudukannya, dan hendaknya kita tidak membebaninya pekerjaan yang melebihi kemampuannya, dan bila kita mampu membantunya maka hendaknya kita membantunya, menunaikan hak-hak ini akan menjadi penyebab keselamatan manusia saat tertimpa kesusahan, sebagaimana telah terjadi pada seseorang dalam kisah ashabul kahf yang diselamatkan oleh Allah disebabkan menunaikan hak-hak pekerja.

عبادَ اللهِ: إنَّ اللهَ أمرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فيهِ بنفْسِهِ وَثَنَّى فيهِ بملائكَتِهِ فقَالَ
تَعَالَى:
]إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا[([2]) وقالَ رسولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم:« مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْراً»([3]) اللَّهُمَّ صلِّ وسلِّمْ وبارِكْ علَى سيدِنَا ونبينا مُحَمَّدٍ وعلَى آلِهِ وصحبِهِ أجمعينَ، وعَنْ سائرِ الصحابِةِ الأكرمينَ، وعَنِ التابعينَ ومَنْ تبعَهُمْ بإحسانٍ إلَى يومِ الدينِ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ.
اللَّهُمَّ اغفِرْ للمسلمينَ والمسلماتِ الأحياءِ منهُمْ والأمواتِ، اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيْخ زَايِد، والشَّيْخ مَكْتُوم، وإخوانَهُمَا شيوخَ الإماراتِ الذينَ انتقلُوا إلَى رحمتِكَ، اللَّهُمَّ اشْمَلْ بعفوِكَ وغفرانِكَ ورحمتِكَ آباءَنَا وأمهاتِنَا وجميعَ أرحامِنَا ومَنْ كانَ لهُ فضلٌ علينَا.
اللَّهُمَّ وَفِّقْ وَلِيَّ أَمْرِنَا رَئِيسَ الدولةِ، الشَّيْخ خليفة بن زايد وَنَائِبَهُ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، وَأَيِّدْ إِخْوَانَهُ حُكَّامَ الإِمَارَاتِ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الأَمِينَ.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ، مَا عَلِمْنَا مِنْهُ وَمَا لَمْ نَعْلَمْ، وَنَعُوذُ بِكَ مِنَ الشَّرِّ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ، مَا عَلِمْنَا مِنْهُ وَمَا لَمْ نَعْلَمْ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مِمَّا سَأَلَكَ مِنْهُ عِبَادُكَ الصَّالِحُونَ، ونَسْتَعِيذُ بِكَ مِمَّا اسْتَعَاذَ مِنْهُ عِبَادُكَ الصَّالِحُونَ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
اللَّهُمَّ أَدِمْ عَلَى دولةِ الإماراتِ الأَمْنَ والأَمَانَ وَعلَى سَائِرِ بِلاَدِ الْمُسْلِمِينَ.
اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشكرُوهُ علَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ ]وَأَقِمِ الصَّلاةَ إِنَّ الصَّلاةَ تَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ[([4]).




([1]) النساء : 131.
([2]) الأحزاب : 56 .
([3]) مسلم : 384.
([4]) العنكبوت :45.

ليست هناك تعليقات:

إرسال تعليق